image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Friday , 18 Sep 2026 07:51
Global Update

Pasar global mulai mereda setelah Wall Street rebound pascakeputusan The Fed, ditopang oleh penurunan yield Treasury dan harga minyak serta penguatan saham teknologi. Dow Jones naik 0,61%, S&P 500 +1,14%, dan Nasdaq +1,69%, dengan Nvidia dan Amazon menguat lebih dari 2% serta Intel melonjak 7%. Yield US Treasury 10Y kembali turun di bawah 5% ke 4,93%, sementara harga WTI turun 0,51% ke US$101,91/barel dan Brent -0,95% ke US$104,82/barel setelah Arab Saudi meningkatkan pasokan minyak ke kilang Asia. Meski demikian, risiko geopolitik masih menjadi sumber volatilitas, dengan eskalasi Saudi-Houthi serta insiden kapal tanker di Selat Hormuz yang kembali mengancam jalur energi global. Dari sisi makro, klaim pengangguran AS turun tajam menjadi 196 ribu, jauh di bawah ekspektasi 208 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih relatif kuat dan berpotensi membatasi ruang pelonggaran The Fed setelah kenaikan 25 bps kemarin. Fokus global hari ini beralih ke inflasi Jepang dan keputusan BoJ, yang diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps ke 1,25%; keputusan tersebut berpotensi memperkuat yen dan mendorong repatriasi dana investor Jepang, sehingga perlu dicermati dampaknya terhadap yield obligasi dan aset berisiko global.

 

Market Movement

Pasar global mulai mereda setelah Wall Street rebound pascakeputusan The Fed, ditopang oleh penurunan yield Treasury dan harga minyak serta penguatan saham teknologi. Dow Jones naik 0,61%, S&P 500 +1,14%, dan Nasdaq +1,69%, dengan Nvidia dan Amazon menguat lebih dari 2% serta Intel melonjak 7%. Yield US Treasury 10Y kembali turun di bawah 5% ke 4,93%, sementara harga WTI turun 0,51% ke US$101,91/barel dan Brent -0,95% ke US$104,82/barel setelah Arab Saudi meningkatkan pasokan minyak ke kilang Asia. Meski demikian, risiko geopolitik masih menjadi sumber volatilitas, dengan eskalasi Saudi-Houthi serta insiden kapal tanker di Selat Hormuz yang kembali mengancam jalur energi global. Dari sisi makro, klaim pengangguran AS turun tajam menjadi 196 ribu, jauh di bawah ekspektasi 208 ribu, mengindikasikan pasar tenaga kerja masih relatif kuat dan berpotensi membatasi ruang pelonggaran The Fed setelah kenaikan 25 bps kemarin. Fokus global hari ini beralih ke inflasi Jepang dan keputusan BoJ, yang diperkirakan menaikkan suku bunga 25 bps ke 1,25%; keputusan tersebut berpotensi memperkuat yen dan mendorong repatriasi dana investor Jepang, sehingga perlu dicermati dampaknya terhadap yield obligasi dan aset berisiko global.

 CORPORATE

 

MBMA Siapkan Buyback hingga 1,5 Miliar Saham Senilai Rp1,4 T

Merdeka Battery Materials berencana melakukan pembelian kembali hingga sekitar 1,5 miliar saham dengan dana maksimal Rp1,4 triliun. Buyback akan berlangsung pada 17 Septemberý16 Desember 2026 dan tidak memerlukan persetujuan pemegang saham, sejalan dengan relaksasi OJK untuk menjaga stabilitas pasar modal.

 

INET Akuisisi 60% Sarana Global Indonesia, Masuk Bisnis EPC Kabel Bawah Laut

Sinergi Inti Andalan Prima mengakuisisi 60% saham PT Sarana Global Indonesia melalui penerbitan saham baru senilai sekitar Rp280,4 miliar. Aksi ini menjadi langkah ekspansi INET ke bisnis engineering, procurement and construction (EPC) serta pemeliharaan sistem kabel bawah laut untuk jaringan serat optik dan kabel listrik. Rencana akuisisi sebelumnya telah diumumkan pada April 2026.

 

BRMS Rampungkan Portal Tambang Emas Bawah Tanah Poboya, Produksi Ditargetkan 2027

Bumi Resources Minerals melalui PT Citra Palu Minerals telah menyelesaikan konstruksi portal tambang emas bawah tanah Poboya di Palu, Sulawesi Tengah, serta shaft ventilasi pertama. Fasilitas ventilasi kedua ditargetkan selesai pada 1H27, dengan operasi tambang bijih emas berkadar di atas 3,2 gram/ton ditargetkan mulai pertengahan 2027. BRMS juga menargetkan peningkatan kapasitas pabrik pengolahan dari 500 ton menjadi 2.000 ton bijih per hari pada awal 2027.

 

MGLV Kembangkan Data Center hingga 102 MW di Jababeka dan Batang

NexAI Digital Infrastruktur tengah mengembangkan data center berstandar minimum Tier III dengan total kapasitas hingga 102 MW melalui dua anak usaha. Di Jababeka, kapasitas data center yang saat ini beroperasi sebesar 6 MW akan ditambah 36 MW menjadi 42 MW. Sementara itu, anak usaha lainnya tengah mengembangkan data center berbasis AI berkapasitas 60 MW di Kawasan Industri Terpadu Batang.

 

TINS Dapat Izin Produksi Timah di Atas Kuota RKAB Selama 1 Tahun

Perpres No. 79/2026 memberikan ruang bagi Timah untuk melakukan penambangan, pengolahan, pemurnian, dan penjualan timah melebihi kuota RKAB selama satu tahun sejak 31 Agustus 2026. Ketentuan ini berlaku khusus untuk IUP TINS di Pulau Belitung dan tetap mensyaratkan proses verifikasi. Regulasi tersebut juga memungkinkan TINS membeli timah dari pertambangan rakyat dengan mempertimbangkan kualitas, kuantitas, harga pasar yang wajar, serta kewajiban iuran pertambangan rakyat.

Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/

 

Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

 

Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance,  Bisnis Indonesia. 

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe