image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Thursday , 07 May 2026 07:40

Global Update

Pasar saham Amerika Serikat ditutup menguat signifikan pada perdagangan Rabu (6/5), didorong optimisme meredanya konflik geopolitik antara AS dan Iran serta kuatnya kinerja sektor teknologi, khususnya semikonduktor. Indeks S&P 500 naik 1,46% ke rekor baru 7.365, sementara Nasdaq Composite melonjak 2,02% ke level tertinggi sepanjang masa di 25.838. Dow Jones juga menguat 1,24% mendekati area psikologis 50.000, mencerminkan peningkatan risk appetite investor global. Sentimen utama datang dari laporan bahwa AS dan Iran semakin dekat mencapai kesepakatan untuk mengakhiri konflik, termasuk kemungkinan moratorium pengayaan nuklir Iran. Prospek de-eskalasi ini memicu reli aset berisiko sekaligus mendorong koreksi tajam harga minyak. Minyak WTI turun lebih dari 7% ke US$95/barel, sementara Brent turun hampir 8% ke US$101/barel seiring pasar mulai mengurangi premi risiko geopolitik terkait Selat Hormuz. Penurunan harga energi dipandang positif bagi pasar global karena dapat meredakan tekanan inflasi dan mengurangi risiko perlambatan ekonomi di kawasan importir energi seperti Asia dan Eropa. Harapan dibukanya kembali jalur perdagangan Selat Hormuz juga memperbaiki outlook rantai pasok dan perdagangan internasional. Meski demikian, volatilitas masih berpotensi tinggi setelah Presiden Donald Trump menegaskan bahwa opsi militer tetap terbuka apabila Iran menolak proposal AS. Di sisi korporasi, reli pasar turut ditopang lonjakan saham Advanced Micro Devices (AMD) yang melesat 18,6% setelah membukukan kinerja kuartalan di atas ekspektasi dan memberikan guidance kuat untuk kuartal berikutnya. Optimisme terhadap permintaan AI dan data center mendorong penguatan sektor semikonduktor secara luas, tercermin dari kenaikan ETF semikonduktor VanEck sebesar 5% dan penguatan saham Intel sebesar 4,5%

 

Market Movement

IHSG menguat 0,50% ke level 7.092 dengan dukungan nilai transaksi Rp17,7 triliun, meski investor asing masih mencatatkan net sell sebesar Rp482 miliar. Penguatan indeks didorong sektor transportasi, sementara sektor keuangan masih mengalami tekanan. Dari makro, sentimen utama datang dari rilis pertumbuhan ekonomi Indonesia kuartal I-2026 yang mencapai 5,61% YoY, lebih tinggi dibanding kuartal sebelumnya maupun periode yang sama tahun lalu. Data tersebut memperkuat persepsi bahwa aktivitas domestik masih resilien di tengah ketidakpastian global. Dari domestik, fokus utama pasar tertuju pada konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK). Pernyataan bersama Kementerian Keuangan, Bank Indonesia, OJK, dan LPS akan dicermati untuk menangkap arah kebijakan lanjutan dalam menjaga stabilitas pasar keuangan di tengah tekanan capital outflow beberapa waktu terakhir. Pasar juga menantikan detail implementasi tujuh langkah strategis Bank Indonesia yang telah mendapat persetujuan Presiden Prabowo, terutama terkait stabilisasi rupiah, pengelolaan likuiditas, dan penguatan daya tarik pasar keuangan domestik. Di sektor perbankan, laporan kuartal I-2026 bank-bank Himbara menunjukkan pertumbuhan kredit tetap solid pada level dua digit secara tahunan. Hal ini mengindikasikan fungsi intermediasi masih berjalan kuat di tengah dinamika global dan suku bunga tinggi. 

CORPORATE

 

Merdeka Copper Gold Siapkan Private Placement hingga 10% Saham untuk Ekspansi Usaha

Merdeka Copper Gold berencana menggelar private placement hingga ~2,4 miliar saham baru atau setara 10% modal ditempatkan dan disetor. Harga pelaksanaan dan calon investor belum diumumkan. Perolehan dana ditujukan untuk modal kerja dan pengembangan usaha, baik dalam bentuk capex, pembelian saham, pembelian aset, dan/atau penyertaan saham pada perusahaan dengan industri yang sesuai atau terkait dengan kegiatan usaha perseroan. Rencana ini akan dibahas dalam RUPST pada 11 Juni 2026.

 

Raharja Energi Cepu Proyeksikan Lonjakan Laba dari Akuisisi SMS Development

Raharja Energi Cepu menyampaikan pembaruan material terkait rencana akuisisi SMS Development Ltd., dengan proyeksi tambahan laba bersih kumulatif sebesar US$72,34 juta untuk periode 2026ý2030. Angka tersebut merefleksikan peningkatan sekitar +117% dibandingkan skenario tanpa akuisisi, yang terutama ditopang oleh kontribusi bagian laba dari entitas asosiasi HuskyýCNOOC Madura Ltd.

 

Laba 1Q26 Blue Bird Melemah, Margin Tertekan dan di Bawah Ekspektasi

Blue Bird membukukan laba bersih sebesar Rp156 miliar pada 1Q26, turun -6% YoY namun naik tipis +2% QoQ. Kinerja ini berada di bawah ekspektasi karena baru mencapai 21% dari estimasi laba bersih konsensus FY2026 (dibandingkan realisasi 1Q25 yang setara 26% dari FY2025). Secara tahunan, pelemahan laba dipicu oleh penurunan kinerja operasional, tercermin dari laba usaha yang turun menjadi Rp152 miliar (-10% YoY, -12% QoQ). Sejalan dengan itu, margin laba usaha menyempit ke level 10%, lebih rendah dibandingkan 13% pada 1Q25 dan 10,9% pada 4Q25.

 

Laba 1Q26 Jasa Marga Tertekan Beban Keuangan dan Pajak, Meski Operasional Menguat

Jasa Marga membukukan laba bersih sebesar Rp775 miliar pada 1Q26, turun -17% YoY dan -17% QoQ, serta berada di bawah ekspektasi karena hanya mencapai 19% dari estimasi laba bersih konsensus FY2026 (dibandingkan 25% pada 1Q25 terhadap FY2025). Penurunan laba terutama dipicu oleh peningkatan beban keuangan (+15% YoY) dan lonjakan beban pajak (+64% YoY). Di sisi operasional, kinerja justru menunjukkan perbaikan dengan laba usaha naik menjadi sekitar Rp2,3 triliun (+10% YoY, stabil QoQ), seiring ekspansi margin laba usaha ke level 36,8%, lebih tinggi dibandingkan 30,7% pada 1Q25 dan 26,8% pada 4Q25.

 

TOTL Bagi Dividen Jumbo Setara 90 Persen Laba, Yield Fantastis!

TOTL menetapkan besaran jumbo pembagian dividen tunai Rp375,1 miliar dari laba tahun buku 2025 yang jumlahnya sebesar Rp414,51 miliar. Keputusan itu disahkan dalam Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) di Jakarta, Rabu (6/5/2026). Manajemen menyatakan nilai dividen itu setara Rp110 per saham dengan rasio pembayaran mencapai setinggi 90,49% dari laba bersih tahun berjalan yang dapat diatribusikan kepada pemilik entitas induk. Berdasarkan harga saham TOTL terkini pada perdagangan intraday Rabu (6/5) Rp1.225, dividen yield TOTL tercatat sebesar 8,98%.

 

Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/

 

Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

 

Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance,  Bisnis Indonesia. 

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe