image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Friday , 19 Jun 2026 07:48

Global Update

Wall Street ditutup menguat pada Kamis (18/6), membalikkan pelemahan sehari sebelumnya setelah investor kembali fokus pada prospek pertumbuhan sektor teknologi dan AI. S&P 500 naik 1,08%, Nasdaq melonjak 1,91%, sementara Dow Jones menguat tipis 0,14%. Penguatan dipimpin sektor semikonduktor setelah kabar potensi kerja sama Intel dan Apple dalam pengembangan cip di AS. Saham Intel melonjak 10,6%, diikuti Nvidia dan Micron Technology yang masing-masing naik sekitar 3% dan 9%, mendorong indeks semikonduktor SOXX naik lebih dari 6%. Meski Federal Reserve masih mempertahankan nada hawkish dan membuka peluang kenaikan suku bunga lebih lanjut, investor menilai fundamental ekonomi AS tetap solid. Dukungan datang dari kinerja laba perusahaan yang kuat, pasar tenaga kerja yang resilien, serta konsumsi domestik yang masih terjaga.Secara mingguan, sentimen risiko tetap positif dengan S&P 500 naik 0,9%, Dow Jones 0,7%, dan Nasdaq 2,4%, mencerminkan optimisme investor terhadap prospek pertumbuhan ekonomi dan pengembangan infrastruktur AI. Fokus tertuju pada meredanya konflik AS-Iran dan dibukanya kembali Selat Hormuz menjadi sentimen positif karena berpotensi menurunkan tekanan harga energi global. Namun, penguatan indeks dolar AS ke level tertinggi sejak Mei 2025 berisiko memicu arus keluar modal dari pasar negara berkembang, termasuk Indonesia.

 

Market Movement

Pasar keuangan Indonesia ditutup beragam pada 18 Juni 2026. IHSG melemah 0,78% ke 6.172,34 akibat aksi jual pada saham-saham blue chip dan meningkatnya kehati-hatian investor menjelang hasil MSCI Global Market Accessibility Review. Investor asing kembali mencatatkan net sell sebesar Rp111 miliar. Di sisi lain, rupiah menguat 0,17% ke Rp17.700/US$ setelah Bank Indonesia menaikkan BI Rate sebesar 25 bps menjadi 5,75%. Langkah ini memperkuat keyakinan pasar terhadap komitmen BI dalam menjaga stabilitas nilai tukar dan inflasi. Hasil MSCI Global Market Accessibility Review menjadi perhatian utama setelah MSCI menurunkan penilaian aspek arus informasi Indonesia akibat isu transparansi kepemilikan saham dan integritas pembentukan harga. Temuan tersebut berpotensi meningkatkan kehati-hatian investor asing serta menambah tekanan pada saham-saham berkapitalisasi besar. Sementara itu, kenaikan BI Rate menjadi 5,75% menegaskan fokus Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas rupiah dan inflasi. Meski positif bagi nilai tukar, kebijakan ini berpotensi menekan pasar obligasi dan meningkatkan biaya pendanaan di sektor riil.

CORPORATE

 

AMRT Lepas Kendali Anak Usaha Singapura Lewat Injeksi Modal Internal

PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk mengumumkan bahwa anak usahanya di Singapura, Alfamart Retail Asia Pte. Ltd., akan menerbitkan sekitar 49,8 juta saham baru yang setara dengan 51% dari modal ditempatkan dan disetor. Seluruh saham tersebut akan diambil oleh afiliasi perseroan, Glory Worldwide Investments Pte. Ltd., dengan nilai transaksi sekitar US$40,6 juta atau Rp730,1 miliar. Setelah transaksi selesai, kepemilikan AMRT di Alfamart Retail Asia terdilusi dari 100% menjadi 49%. Dana hasil penerbitan saham kemudian akan digunakan oleh Alfamart Retail Asia untuk mengakuisisi 10% saham Alfamart Trading Philippines Inc. senilai sekitar US$10,5 juta dan 70% saham Alfamart Trading Bangladesh Ltd. senilai sekitar US$1,8 juta, yang seluruhnya dibeli dari Glory Worldwide Investments sebagai bagian dari restrukturisasi kepemilikan internal grup.

 

MAPI Bersiap Jalani Tender Wajib di Harga Rp1.550 per Saham

PT Mitra Adiperkasa Tbk mengumumkan bahwa pengendali baru perseroan, Pacific Universal Investments Pte. Ltd., akan melaksanakan penawaran tender wajib atas hingga 49% saham MAPI melalui Ocean Continuum Pte. Ltd. dan Samudra (Investment) Pte. Ltd. dengan harga Rp1.550 per saham. Masa penawaran berlangsung pada 18 Juni hingga 17 Juli 2026, sementara pembayaran dijadwalkan pada 29 Juli 2026. Kedua entitas pelaksana tender tersebut dimiliki secara tidak langsung sebesar 51% oleh Pacific Universal Investments, sedangkan 49% sisanya dimiliki oleh dana yang dikelola oleh CVC Capital Partners plc.

 

EMP Rampungkan Private Placement, Bakrie Kalila Setor Rp338 Miliar

PT Energi Mega Persada Tbk mengumumkan bahwa pemegang saham pengendalinya, PT Bakrie Kalila Investment, telah mengeksekusi private placement dengan menyerap sekitar 218,3 juta saham baru pada harga Rp1.550 per saham, sehingga menghasilkan dana sekitar Rp338,4 miliar. Dana tersebut akan dialokasikan sebagai modal kerja bagi anak usaha, PT Imbang Tata Alam dan EMP Malacca Strait S.A. Saham baru telah resmi dicatatkan pada 15 Juni 2026 dengan dampak dilusi sekitar 0,82%. Transaksi ini merupakan bagian dari program private placement yang sebelumnya telah memperoleh persetujuan pemegang saham pada Juni 2025.

 

ASSA Tebar Dividen Final Rp30 per Saham, Total Payout Ratio Capai 44%

PT Adi Sarana Armada Tbk mengumumkan pembagian dividen final tahun buku 2025 sebesar Rp30 per saham atau senilai sekitar Rp110,7 miliar, yang merepresentasikan dividend yield sekitar 4,6% berdasarkan harga penutupan perdagangan 18 Juni 2026. Perseroan belum mengumumkan jadwal cum dividen maupun tanggal pembayarannya. Sebelumnya, ASSA telah membagikan dividen interim sebesar Rp20 per saham pada November 2025, sehingga total dividend payout ratio untuk tahun buku 2025 mencapai 44%, lebih rendah dibandingkan realisasi tahun sebelumnya sebesar 76%.

 

BOAT Bidik Ekspansi Asia Tenggara, Siapkan Penambahan Armada dan Bisnis Subsea

PT Newport Marine Services Tbk menegaskan kawasan Asia Tenggara menjadi fokus utama ekspansi perseroan sebagai bagian dari strategi pertumbuhan jangka menengah. Selain memperluas cakupan operasional, emiten jasa pelayaran penunjang industri migas lepas pantai tersebut juga membuka peluang penambahan armada, pengembangan bisnis subsea, serta menjajaki kerja sama strategis di segmen drilling services. Langkah ekspansi ini didukung oleh kinerja operasional yang solid, dengan pendapatan sepanjang 2025 tumbuh 54,55% secara tahunan, sementara laba bersih melonjak 73,46% dibandingkan tahun sebelumnya

 

Untuk mengetahui daftar saham dengan Notasi Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/perusahaan-tercatat/notasi-khusus/

 

Adapun daftar saham yang masuk dalam Papan Akselerasi dan Papan Pemantauan Khusus dapat dilihat melalui link berikut:

https://www.idx.co.id/id/data-pasar/data-saham/daftar-saham/

 

Sumber: Emitennews, Investor Daily, Kontan, Detik Finance,  Bisnis Indonesia. 

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe