image-accent

Daily Views

content accent Download PDF

Bursa Hari Ini

Wednesday, 04 Nov 2026 07:48

Global Update

Wall Street mulai menunjukkan pemulihan terbatas, dengan Nasdaq menguat 0,83% dan S&P 500 naik 0,36%, sementara Dow Jones terkoreksi 0,38%. Penguatan terutama ditopang rebound saham semikonduktor, seperti AMD, Broadcom, Micron, dan Nvidia, setelah tekanan jual pada saham teknologi dalam beberapa hari sebelumnya. Namun, kekhawatiran terhadap besarnya kebutuhan belanja modal dan pembiayaan utang untuk infrastruktur AI masih membayangi sektor teknologi. Investor juga mencermati hasil pemilu sela AS yang berpotensi mengubah keseimbangan kekuasaan di Kongres dan memengaruhi arah kebijakan pemerintahan Trump. Dari sisi ekonomi, lowongan kerja AS pada September meningkat menjadi 7,523 juta, melampaui ekspektasi 7,10 juta dan menunjukkan pasar tenaga kerja masih relatif kuat. Kondisi ini berpotensi membuat The Fed lebih berhati-hati dalam menentukan arah suku bunga. Sementara itu, harga minyak Brent turun 1,12% ke US$103,60/barel di tengah spekulasi kemajuan perundingan AS-Iran. Ke depan, perhatian pasar tertuju pada hasil pemilu AS, data neraca perdagangan, serta perkembangan harga energi dan saham teknologi. Volatilitas masih berpotensi tinggi seiring ketidakpastian politik, prospek pembiayaan AI, dan ekspektasi kebijakan moneter.

 

Market Movement

IHSG mengalami tekanan jual signifikan dengan melemah 3,78% ke level 4.904,29, kembali berada di bawah level psikologis 5.000. Pelemahan terjadi secara luas, tercermin dari 624 saham terkoreksi dibandingkan hanya 57 saham menguat, dengan nilai transaksi Rp11,7 triliun dan investor asing mencatatkan net sell Rp575 miliar. Seluruh sektor berada di zona merah, terutama basic materials, real estate, energy, consumer cyclicals, dan financials. Saham perbankan berkapitalisasi besar seperti BBRI, BBCA, dan BMRI, bersama AMMN serta ASII, menjadi pemberat utama indeks. Tekanan domestik juga dipengaruhi meningkatnya ketidakpastian politik dan kekhawatiran investor terhadap stabilitas pasar modal, di tengah kasus penyadapan yang menjadi perhatian publik. Di sisi lain, KSSK menyatakan stabilitas sistem keuangan masih terjaga dan memproyeksikan pertumbuhan ekonomi 2026 sebesar 5,4ý5,5%, dengan arus modal asing kumulatif masih mencatat net inflow US$13,23 miliar hingga 23 Oktober. Pemerintah dan regulator juga memperkuat reformasi pasar modal melalui pengawasan manipulasi saham, pemeriksaan kepemilikan free float, serta rencana delisting 18 emiten bermasalah mulai 10 November. Meski langkah tersebut berpotensi memperbaiki transparansi dan kredibilitas pasar dalam jangka panjang, proses penyesuaian masih dapat memengaruhi sentimen jangka pendek. Investor selanjutnya akan mencermati perkembangan pemilu AS, respons pasar terhadap hasil rapat KSSK, serta data ekonomi domestik dan global.

PT. Lotus Andalan Sekuritas secara default mengirim Daily View, Hot Topics & Opinion dan Market Rumor melalui email kepada seluruh Nasabah. Apabila Bapak/Ibu ingin menerima email ini kembali, klik Subscribe